Bintuhan-Kaur Gelap Gulita

25 November, 2008

Malam ini habis magrib saya duduk di ruang tamu seorang diri dengan berteman lampu minyak tanah, semua terasa sepi hanya terdengar air hujan yang jatuh. Malam ini begitu sepi, dan gelap gulita karena semenjak penggantian kepala ranting PLN Bintuhan pemadaman listrik menjadi tak menentu. Kadang siang, mati sebentur hidup lagi. Setiap malam semenjak peresmian PLN Ranting Bintuhan lampu dari PLN selalu mati. Sungguh hati ini terasa muak akan semua ini, pusing, dongkol, marah, sedih tapi tak tau harus bagaimana lagi.

Kemudian sehabis makan di benak ini terlintas untuk membuat blog khusus mengenai situasi di Kabupaten Kaur saat ini terutama Bintuhan. Kemudian saya langsung membuka handphone dan mengetikkan alamat wordpress.com setelah lebih kurang 5 menit, proses setup pembuatan blog ini selesai saya langsung menulis postingan pertama ini, mengenai situasi yang mengenaskan saat ini

Aduh, pegal mulai terasa di jari jempol maklum nulisnya pake hp, mau nulis di komputer apa boleh buat lampu dari PLN belum juga hidup. Hujan turun semakin deras, malam semakin gelap, kepala mulai tambah sakit. Maaf, ceritanya cukup sampai di sini dulu karena jari saya sudah terasa berat.

Harapan saya masyarakat kaur yang datang ke blog ini dapat menambah cerita lewat komentar, bantuan dan dukungan mengenai forum ini sangat saya harapkan. Karena saya terus terang sangat merasa muak dengan situasi-situasi yang dialami oleh tanah kelahiran ini. Bumi Kaur hanya dijadikan tempat memperkaya diri, tapi semua program dan kebijakan banyak yang terasa belum menyentuh hati masyarakat. Bukannya semakin lama rakyat jadi sejahtera, tapi malah menderita. Mari kita bicarakan bersama mengenai situasi di Kabupaten ini.

Terima kasih saya tunggu partisipasi semua masyarakat Kaur dalam Forum Kaur ini.